Baru
juga beberapa jam yang lalu, menulis bagaimana fantastisnya Erick Thohir
dalam memimpin TKN Jokowi-Ma’ruf Amin dengan berhasil menggandeng 570
organisasi relawan dan yang jarang tampil di media dan lebih suka di
belakang layar. Cukup kerja, kerja, kerja. Dan melalui salah satu media
elektronik detik berhasil menanyakan perlihal hoax Ratna ke yang
bersangkutan.
Berikut rilis beritanya. Ketua Tim
Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir angkat bicara
soal berita bohong (hoax) penganiayaan Ratna Sarumpaet, yang dibongkar
polisi. Menurut dia, terbongkarnya kebohongan tersebut menjadi bukti
kebesaran Allah SWT yang Maha Tahu.
Hal
itu dikatakan Erick usai menghadiri deklarasi dukungan Jaringan Kiai
Santri Nasional (JKSN) untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf di
Pilpres 2019. Dia menyatakan enggan mengomentari terlalu jauh persoalan
hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet lantaran sudah dibongkar dan diproses
oleh polisi.
"Dan tentu Allah SWT Maha
Tahu. Ada kebohongan-kebohongan yang dibukakan, ya ada sendiri jalannya
tanpa kita mengomentari hal-hal seperti itu," kata Erick di Institut KH
Abdul Chalim, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto, Sabtu (6/10/2018).
Allah
SWT Maha Tahu, kata Erick singkat. Ini benar-benar sebuah komentar yang
singkat dan menohok secara keseluruhan timses Prabowo Subianto-Sandiaga
Uno yang tergabung dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN).
Lebih
lanjut yang bersangkutan seperti mengatakan, kebenaran akan menemukan
jalannya sendiri. Entah bagaimana rasanya si sahabat baiknya, yang juga
lawan politiknya yaitu Sandiaga Uno atas komentar Erick Thohir tersebut.
Kita
pasti mengikuti bagaimana persahabatan mereka sejak remaja. Hingga
akhirnya keduanya harus saling memilih jalan masing-masing dalam
perpolitikan. Sejauh ini Erick Thohir memang bukan orang politik
praktis. Dia adalah orang profesional yang diminta Presiden Jokowi untuk
membantu.
Sebagai ketua Tim Kemenangan Nasional
(TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, tentu sebuah posisi yang sangat strategis
sekali. Memiliki posisi tawar yang tinggi nanti. Apalagi jika sukses
menghantarkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, menjadi presiden dan wakil
presiden periode 2019-2024.
Tak menampik memang,
kasus hoaks Ratna Sarumpaet ini sedikit banyak sangat justru memberikan
peluang yang amat besar kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Sebuah
blunder yang sangat fatal bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sudah sangat banyak rasanya para penulis yang telah menganalisa, dengan
sedemikian detail, atas kecerobohan Prabowo Subianto dalam mengelola
isu.
Erick
Thohir sebagai ketua timses dengan latar belakang profesional, jelas
memiliki cara tersendiri dalam mengelola isu. Tidak gegabah dan tentu
memiliki protap yang jelas. Dan suasana profesional tersebut yang
menghantarkan TKN jauh lebih soft dan elegan.
Dan
sebaliknya di TPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketua TPN Djoko
Santoso hanya nampak semacam pajangan saja. Terlebih tim-tim yang ada di
bawahnya atau anggota. Sedang keputusan tetap ada dikendali Prabowo
Subianto. Terlihat bagaimana otoriternya yang bersangkutan.
Saya
tidak dapat bayangkan, bagaimana orang semacam ini jika memimpin sebuah
negara? Sungguh berbahaya dan sangat mengerikan sekali. Jauh dari kata
profesional. Cenderung mengikuti apa kata hatinya sendiri dan juga para
sengkuni.
Maka tak heran kasus hoaks Ratna juga
atas bisikan dari para sengkuni yang ada disekitarnya. Dan kini,
sengkuni itu terkencing-kencing mangkir dari panggilan kepolisian.
Kelihatan kalau ketakutan yang sangat. Aparat sudah pasti memegang
barang buktinya.
Melalui smartpone dan laptop
Ratna serta data dalam bentuk tulisan, besar kemungkinan polisi sudah
dapat memetakan kasus ini. Nah, bagaimana orang-orang di sekeliling
Prabowo Subianto tidak ketar-ketir? Sewaktu-waktu mereka bakal
dipanggil.
Dan yang pasti kondisi TPN Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno dalam kondisi kocar-kacir. Mereka sibuk mengelak
dari suara kanan kiri yang menghantam mereka. Lihat saja Prabowo terus
mengelak, Sandiaga sok tenang tapi hati rasa kejang, Amien Rais langsung
bungkam takut bukan kepalang, Hanum Rais anak Amien Rais makin
memperlihatkan bodohnya karena panik, Mardani Ali Sera entah kemana,
Fadli Zon sibuknya minta ampun di media seakan tanpa dosa, Fahri Hamzah
juga sibuk merasa tak lakukan hoax (matamu, kataku), Rizal Ramli mantan
menteri pecatan ini nampak sok jagoan padahal dakocan yang terbuang dan
yang lainnya sama saja kacau balau, makan bakpao ditepi danau diseruduk
kebo wadaow..., wadaow...
Allah SWT Maha Tahu, kata Erick Thohir. Dan Tuhan membayar tunai dalam hitungan hari konspirasi kejahatan mereka tak pakai lama.
Salam
Sumber : https://seword.com/politik/komentar-elegan-erick-thohir-terkait-hoax-ratna-sarumpaet-5xyqm26US
