Prestasi Jokowi vs Prestasi Prabowo .... ? Bagi
kita yang aktif di media sosial (medsos) semisal facebook, pasti paham
bahwa di tahun politik ini, status-status bertema Pilpres 2019 sangat
dominan. Banyak bermunculan grup yang profil dan temanya sesuai
capres-cawapres jagoan mereka: Misalnya "Jokowi pilihan rakyat",
"Jokowi-Ma'ruf untuk Indonesia", "Jokowi Dua periode", dll. Demikian
pula dari capres sebelah, tentu saja mempromosikan profil dan nama
Prabowo - Sandi.
Admin
atau pengelola grup secara berkala memposting status atau top status
(TS) yang berisi pujian, dukungan, harapan, dan keyakinan dan anjuran
untuk memilih jagoannya. Dan biasanya grup yang memiliki puluhan ribu
hingga ratusan ribu pengikut akan ramai mengomentari TS tersebut. Lebih
ramai dan seru apabila simpatisan capres sebelah (rival) turut
mengomentari dengan status-status yang tentu saja bernada anti, bahkan
mengolok-olok.
Grup-grup pro Jokowi pasti mudah
memposting hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Jokowi selama
4 tahun pertamanya. Banyak jalan tol, infrastruktur, gedung, bandara,
bahkan menyelesaikan proyek-proyek mangkrak warisan presiden sebelumnya,
yang menjadi bukti keberhasilan Jokowi dan pemerintahannya. Dan ini
layak disebut prestasi. Dan tidak berlebihan jika perayaan 73 Tahun
Kemerdekaan RI pada tahun 2018 ini bertema: "Karya Kita Prestasi
Bangsa". Sebab pemerintah Joko Widodo - Jusuf Kalla memang telah
mencatatkan banyak prestasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Namun
bagi simpatisan capres oposisi, semua pencapaian yang luar biasa dari
Jokowi itu seolah tidak ada artinya sama sekali. Dalam status-status di
medsos, mereka bahkan terang-terangan menafikan dan menegasikan
hasil-hasil pembangunan yang memang nyata itu. Bahkan tidak sedikit
simpatisan Prabowo yang menjadikan jalan-jalan tol yang panjang dan
mulus yang dikerjakan pemerintah Jokowi itu hanya sebagai bahan
olok-olokan. "Makan tuh jalan tol, kami tidak butuh infrastrukturmu itu,
kami butuh telor murah", demikian salah satu bunyi status yang pasti
dapat membuat kuping pendukung Jokowi panas membara.
Banyak
pula status berbunyi seperti ini: "Nilai dolar naik, harga-harga
mencekik laher, BBM naik, harga telur naik, kok nuntut dua periode?" Dan
ada banyak dan beragam kalimat atau status yang nadanya sangat
berlebihan dari fakta yang sebenarnya disebarkan oleh simpatisan capres
Prabowo di medsos. Namun simpatisan Jokowi yang merasa tertohok lalu
membalas dengan memposting komentar, gambar atau meme "borok" capres
Prabowo - Sandi. Segala kasus dan hal-hal buruk mengenai Prabowo -
Sandi, bahkan tokoh-tokoh di belakang mereka, diangkat ke permukaan. Dan
aksi balas-membalas posting meme atau komentar semacam inilah yang
membuat panas perdebatan di medsos.
Kubu
Jokowi memiliki modal yang sangat memadai untuk mempromosikan mantan
walikota Solo ini untuk memenangkan pilpres untuk periode ke-2. Sebab
faktanya, Jokowi telah mencetak banyak prestasi seperti telah disinggung
di atas tadi. Pro Jokowi di medsos, bila dengan konsisten dan masif
menayangkan segala prestasi ini ke khalayak, pasti akan membuka mata
hati masyarakat yang masih bersikap "abu-abu" dalam pilpres ini.
Terlebih dengan gencarnya kubu sebelah memainkan perang negatif,
menciptakan dan menyebar propaganda yang menihilkan segala pencapaian
pemerintah Jokowi- JK, bisa membuat banyak orang terkecoh.
Salah
satu topik yang gencar disemburkan oleh kubu "kampret"--julukan bagi
pihak oposisi--adalah bahwa Jokowi itu pembohong dan penipu. Alasan
kampret, semua janji-janji kampanye dulu tidak ada yang ditepati.
Bayangkan kejam dan sadisnya mereka yang dengan tega mengatakan bahwa
"tidak ada satu pun janji kampanye yang ditepati oleh Jokowi". Ini suatu
tuduhan yang sangat ngawur dan tidak punya rasa peri kemanusiaan
sedikit pun. Hanya orang yang tidak waras tega mengatakan itu.
Namun
mengingat karakter mereka yang tidak risih menghalalkan segala cara,
tidak mengindahkan moralitas dan etika dalam upaya mendapatkan
kekuasaan, menyebar statemen-statemen tendensius dan tidak berdasar
itulah senjata mereka satu-satunya. Sebab apa prestasi Prabowo yang
dapat diungkapkan ke publik untuk mengimbangi raihan Jokowi selama
hampir lima tahun periode pertamanya ini? Rasanya nyaris tidak ada.
Alangkah
menggairahkannya "perang status" di medsos dalam rangka Pilpres 2019
ini apabila kedua kubu yang berseberangan saling mengadu program dan
prestasi. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika Projo memposting
banyak prestasi yang ditorehkan Jokowi, yang membuat dirinya layak, dan
bahkan sangat layak diberi mandat untuk melanjutkan periode kedua (2019 -
2024), kubu rival bukannya mengimbangi dengan mengemukakan apa saja
prestasi Prabowo.
Mungkin merasa tertantang
dengan desakan Projo yang selama ini mempertanyakan "apa sih prestasi
Prabowo?" seseorang dengan bersemangat dan penuh percaya diri membuat
postingan di facebook: Prestasi Prabowo adalah: 1) TIDAK PERNAH
MENAIKKAN HARGA BBM; 2) TIDAK PERNAH MENAIKKAN PAJAK; 3) TIDAK PERNAH
MENJUAL ASET NEGARA, dll. Ada beberapa "prestasi" yang dia tuliskan,
tapi saya cukupkan hanya itu saja sebab saya tidak sanggup membendung
rasa ingin tertawa saya.
Sumber : https://seword.com/politik/prestasi-jokowi-vs-prestasi-prabowo-gs5tQf6P7
